BBM di angkring-an Pak-To

Malam ini ng-angkring di pak-to depan diknas, menu khas angkringan yang beratapkan terpal warna biru ini, sama persis dengan angkring jogja, ada ceker, ndas godog, gorengan, ndok sunduk, dan “yang paling khas” adalah sego kucing. Seperti biasa, tanpa dipesan si-su istrine pak-to ngracikno josua untuk aku. tak lupa 2 bungkus sego kucing tak dadikno siji, langsung tak sikat.

Suasana angkring agak sepi, cuman orang tiga. Aku, matts dan seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahun-an, yang ikut duduk di bangku panjang angkringan ini. Tidak tahu persis apa saja yang dimakan oleh si lelaki. Yang jelas, dia tidak makan sego kucing. Sakjane tak suka aku memperhatikan urusan makan orang lain, apalagi orang tak dikenal.

Rasa penasaran terhadap laki-laki itu muncul begitu kuat saat total-an dengan pak-to.

“gorengane pintenan mas?“, tanya laki-laki itu.
“limangatusan pak“, jawab pak-to sembari menata dagangannya.

Lelaki tua mengeluarkan beberapa uang receh untuk membayar dua gorengan pengganjal perut malam itu. Selain itu, dia juga menukar sisa recehannya untuk mendapat sekitar empat lembar uang seribuan. Uang itu dilipatnya lekat-lekat, dan dimasukkan kantong dalam-dalam. Dengan langkah berat, dia keluar dari angkringan itu menembus jalan raya. Gelap dan hitamnya malam menenggelamkan bayangan laki-laki itu di ujung jalan.

Dia adalah orang yang tidak peduli dengan naiknya BBM. Tidak pernah risau akan desas-desus kenaikan harga BBM yang sudah mengguncang kalangan yang selama ini menikmati subsidi. Karena dia tak memakai satu jenis kendaraan pun untuk mengantarnya mengarungi hari mencari rejeki.

Dia tak perlu memaki dan merengek-rengek dengan kenaikan harga BBM. Dia cuek. Tidak peduli. Tapi dia akan menjerit saat nanti harga kebutuhan bahan pokok melambung tinggi, sesaat setelah BBM merangkak naik. Dia yang akan menjadi orang paling tersiksa dengan drama kenaikan harga BBM. gorengan yang dimakannya, tak akan lagi cukup dibayar dengan uang recehan.

Tenggorokan saya tercekat, rasanya tidak tepat waktunya untuk memanjakan perut saya terlalu kenyang. Segera membayar 2bungkus sego kucing dan segelas josua, yang harganya pasti tak akan sama sampai akhir bulan ini.

Posting yang berhubungan

  • BBM Turun (sedih atau senang?)
    Beberapa hari ini males banget, blogwalking, koment-koment, atau apapun yang berkaitan dengan dunia blgger, nggak tau kenapa? tapi begitu baca berita dari detik, waduh jadi senang sedih juga. Daripada...
  • Paguyuban Kampung Manusia
    Pesan facebook berantai dari NgawiTi yang mengatas-namakan Paguyuban Kampung Manusia dan Dhalang Poer yang datang hari ini rasanya agak janggal dan aneh, karena semua pesan diKotak masuk selama tiga...
  • Kabupaten Buol Dan “Pak De Nakal Ala 8 Ball dan NGAPZ”
    Habis sahur iseng nyari gambar-gambar sangar, gak sengaja nemu website Kabupaten Buol (http://www.buolkab.go.id), yang lagi kena deface. (kurang kerjaan bener yang lakuin itu) yang menarik bukan hasil...
  • Doa untuk Bangsa
    Doa ini dibaca saat acara Doa Untuk Bangsa yang diadakan oleh Kampung Manusia, di Kalijogo Pojok, beran Ngawi. Tanggal 23 Oktober 2010. BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM Ya Allah lapangkanlah dada...
  • Download Film Cowboys In Paradise
    Saya tidak tahu apa istemewanya Film Cowboys In Paradise, film dokumenter bikinan warga singapore ini menceritakan pekerjaan beberapa pemuda bali. Tidak ada yang istemewa dari film ini, dan menurut s...
Catatan :
  1. Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman-teman anda di FACEBOOK. Cukup dengan mengKlik link ini saja.
  2. Dan jika diinginkan artikel ini boleh dicopy paste, karena blog ini penganut aliran BEBAS COPY PASTE

Katakan yang anda pikirkan

Beritahukan apa pendapatmu...
Saya merasa senang jika kamu tulis pendapat tentang tulisan diatas

Switch to our mobile site