Paguyuban Kampung Manusia

Kampung Manusia

Pesan facebook berantai dari NgawiTi yang mengatas-namakan Paguyuban Kampung Manusia dan Dhalang Poer yang datang hari ini rasanya agak janggal dan aneh, karena semua pesan diKotak masuk selama tiga hari terakhir banjir ucapan Selamat Tinggal Ramadhan Hari Raya Idul Fitri, lah ini malah minta bantuan. waduh opo maneh??? (prasaan musim zakat sudah selesai)

Baca lanjutannya

Selamat Tinggal Ramadhan

Bukan Posting biasa, ini hanya posting lirik lagu Iwan Fals yang berjudul Selamat Tinggal Ramadhan, ada satu baris yang bikin hati tersentuh : “mengapa pergi? kami masih rindu“. Siapa yang tidak rindu ramadhan? lhawong bada bulan itu, Segala amal perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya, pada 10 hari pertama ada rahmat yang berlimpah, 10 hari kedua penuh dengan ampunan, dan pada 10 hari terakhir adalah hari pembebasan dari api neraka.

Ramadhan

Baca lanjutannya

Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur

Kali ini saya ingin berbagi sebuah cara latihan yang saya harap anda coba sekali-kali. Ini berdasar pengalaman saya beberapa saat lalu ketika menjenguk seorang teman yang baru mengalami kecelakaan. Kakinya patah dan harus diterapi di ruang fisioterapi di sebuah RS. Baca lanjutannya

Kok marah2

pagi ini maen ke blog teman, walah, kok sedang marah marah dia ! (takuttttttttttt)
=================================================================

BBM Naik Lagi, SETAN!
Mei 9, 2008

Judulnya serem buangetzs!
Biarin! Udah Terlanjur disimpan, males ngegantinya.
Anak Bangsat seperti apa kita ini? Disaat kita harus mengoreksi tindakan pemerintah yang akan menaikkan BBM, dan menyiapkan 86 skenario “khusus” untuk itu. bayangkan! Dan tiba-tiba kok ada “pengalihan” isu tentang kartu setan dan SMS santet. Juga (masih) berhubungan dengan angka 86 dan 666. Ada apa ini? Pemerintahan apa ini? Pedagang macam apa ini? Iklan opo iki? Blogger…?
Baca lanjutannya

AWASSS….!! LUCU :D

BUMI (bahan renungan)

11.jpg Baca lanjutannya

tidur = (poloskah?)

Pernahkah Anda menatap orang-orang terdekat Anda saat ia tertidur? Kalau belum, cobalah sekali saja untuk menatap mereka saat sedang tertidur. Perhatikanlah, karena saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Baca lanjutannya

Next Page »

Switch to our mobile site