<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JAUHDIMATA &#187; romadlon</title>
	<atom:link href="http://jauhdimata.com/tag/romadlon/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jauhdimata.com</link>
	<description>Blogger Ngawi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 02:35:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Edisi Romadlon &#124; Melihat Dunia (Islam) Setelah Olimpiade Beijing</title>
		<link>http://jauhdimata.com/edisi-romadlon-2</link>
		<comments>http://jauhdimata.com/edisi-romadlon-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 11:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abid</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[romadlon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jauhdimata.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Kepada kaum Islamis yang “sok yakin” dan “ge-er” bahwa Islam akan menjadi kekuatan dunia baru, saya mengatakan: tengoklah India dan Cina itu! Mereka bekerja keras untuk membangun ekonomi, merebut peluang dalam pasar global, bukan mengumbar retorika semata. Pada tahun 80an, setelah hancurnya Uni Soviet, banyak kalangan ideolog gerakan Islamisme yang meramal bahwa kapitalisme di mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Kepada kaum Islamis yang “sok yakin” dan “ge-er” bahwa Islam akan menjadi kekuatan dunia baru, saya mengatakan: tengoklah India dan Cina itu! Mereka bekerja keras untuk membangun ekonomi, merebut peluang dalam pasar global, bukan mengumbar retorika semata.</p>
<p>Pada tahun 80an, setelah hancurnya Uni Soviet, banyak kalangan ideolog gerakan Islamisme yang meramal bahwa kapitalisme di mana Amerika menjadi simbol utamanya akan segera rontok. Dari reruntuhan dua “ideologi” dan kekuatan besar itu, mereka meramalkan (atau “wishful thinking”?) bahwa Islam akan tampil sebagai kekuatan baru yang menggantikan keduanya.</p>
<p><span id="more-366"></span>Apakah mimpi mereka itu sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda akan terwujud? Marilah kita tengok dunia sekitar. Yang paling gampang adalah dengan melihat event yang sekarang sedang digelar di Cina, yaitu Olimpiade Beijing 2008. Pembukaan Olimpiade di Beijing pada 8/8/08 yang lalu begitu megah sekali, seolah-olah negeri Cina hendak mendeklarasikan diri bahwa kami adalah kekuatan baru di panggung dunia. Apa yang dikatakan oleh negeri Cina itu bukan sekedar mimpi atau “wishful thinking”, tetapi kata-kata yang disokong dengan sebuah bukti nyata.</p>
<p>Sekarang kita lihat sendiri, kekuatan baru yang akan menjadi pesaing utama Amerika Serikat tampaknya bukan negeri-negeri Islam atau “Islam” secara umum. Pesaing baru itu datang dari dua negeri yang jauh dari tradisi Islam, yakni Cina dan India.</p>
<p>Fareed Zakaria menulis buku baru (yang tampaknya kurang terlalu sukses), “Post American World”, dunia paska-Amerika. Menurut dia, konstelasi kekuatan dunia saat ini pelan-pelan mulai memperlihatkan gejala baru, yaitu merosotnya peran Amerika, dan dari sanalah lahir dunia baru, dunia paska-Amerika. Tetapi, dunia baru ini bukan ditandai dengan merosotnya peran Amerika secara total, atau “the declining West”.</p>
<p>Yang terjadi adalah munculnya beberapa kekuatan baru dalam bidang-bidang tertentu atau “the emerging rest”. Dunia tidak lagi uni-polar, tetapi multipolar.</p>
<p>Visi dunia yang dibayangkan kalangan Islamis masih “old-fashioned”, alias kuno dan antik, yaitu dunia dengan kekuatan tunggal yang dominan di semua bidang. Kalangan Islamis bermimpi Islam atau “negeri Islam” memerankan kekuatan hegemonik seperti yang diperankan oleh Amerika sekarang. Dengan kata lain, dengan seluruh kebencian mereka terhadap Amerika, mereka sebetulnya “kesengsem” atau jatuh cinta pada peran yang dimainkan Amerika saat ini, dan karena itu mereka bermimpi suatu saat Islam akan menggantikan peran itu.</p>
<p>Saya kira, mimpi seperti itu menjadi tidak relevan dalam jangka panjang. Pertama, mimpi itu sendiri jelas “mimpi”, sebab hingga sekarang kita belum melihat tanda-tanda sedikitpun bahwa negeri-negeri Islam akan menjadi kekuatan baru, entah dalam bidang militer, teknologi, kebudayaan, apalagi ekonomi, terlebih-lebih olah-raga.</p>
<p>Hingga sekarang, negeri seperti Saudi Arabia masih bergelut dengan pertanyaan utama: bolehkah perempuan ikut olah-raga? Dalam Olimpiade Beijing saat ini, kontingen olah-raga Saudi Arabia sama sekali tak menyertakan perempuan. Alasannya jelas karena masalah agama: menurut Islam versi mereka, perempuan tak layak, atau tepatnya diharamkan ikut olah-raga.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi, tak ada satu negeri Islampun yang bisa disebut sebagai kekuatan yang signifikan saat ini. Negeri-negeri Arab teluk seluruhnya menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada sumber alam, yaitu minyak, bukan karena kerja keras penduduknya sendiri. Secara budaya, kita juga jarang melihat produk-produk budaya “populer” yang meng-global yang berasal dari dunia Islam. Dalam bidang sastra misalnya, karya-karya yang mampu menembus pasar dunia yang muncul dari luar tradisi kesusasteraan Barat umumnya berasal dari para penulis India.</p>
<p>Penulis Muslim yang mampu menembus pasar itu adalah Orhan Pamuk yang berasal dari Turki, negeri Muslim yang sekuler yang justru dibenci oleh kalangan Islamis di mana-mana.Dalam pandangan saya, visi dunia ke depan yang lebih masuk akal dan realistis adalah dunia yang multi-polar, dunia dengan sejumlah kekuatan yang menyebar. Hingga saat ini, Amerika masih menjadi kekuatan utama dalam hampir semua bidang. Tetapi, kekuatan-kekuatan baru mulai pelan-pelan muncul ke permukaan. Dalam jangka panjang, kekuatan-kekuatan baru yang lain tentu akan bermunculan. Setelah Cina dan India, mungkin akan muncul kekuatan-kekuatan lain dari kawasan Amerika Latin. Begitu seterusnya.</p>
<p>Dalam konstelasi dunia yang cenderung multi-polar itu, kita belum belihat negeri-negeri Islam muncul ke permukaan sebagai calon “kekuatan baru”. Jangankan menjadi calon kekuatan “tunggal”, bahkan kekuatan yang setara dengan Cina atau India sekarang pun tidak sama sekali. Oleh karena itu, ramalan kaum Islamis bahwa Islam akan menggantikan komunisme dan kapitalisme sebagai satu-satunya kekuatan baru di panggung dunia hanyalah mimpi yang mendekati “wishful thinking”.</p>
<p>Ada dua tantangan besar yang dihadapi oleh dunia Islam saat ini sebelum berharap menjadi kekuatan atau “kutub” baru dalam konstelasi kekuatan dunia. Pertama di sektor ekonomi. Pelajaran yang bisa kita ambil dari Cina dan India –keduanya saat ini berhasil menjadi contoh kesuksesan baru di bidang ekonomi– adalah keduanya berhasil mengintegrasikan diri dalam pasar global, merebut peluang-peluang baru di sana, tanpa kehilangan kemandirian sebagai suatu entitas politik yang memiliki kepentingan nasionalnya sendiri.</p>
<p>Saya belum melihat model Amerika Latin yang menempuh suatu eksperimen baru melalui apa yang disebut dengan “neo-sosialisme” –model yang beberapa hari lalu dipuji oleh harian Kompas itu– sebagai model yang “workable” dan masih terlalu dini untuk dinilai. Terus terang, saya skeptis dengan model Amerika Latin itu. Sebagaimana diperlihatkan oleh Venezuela melalui figur utamanya Hugo Chavez, model sosialisme (entah lama atau baru) selalu membutuhkan kekuatan negara yang besar untuk mengontrol arah kebijakan ekonomi yang dipaksa mengikuti jalur tertentu.</p>
<p>Dengan kata lain, dalam sosialisme (sekali lagi, entah lama atau baru) selalu ada kecenderungan kepada “planisme” atau peran negara yang besar sekali sebagai “perancang utama”. Kekuatan negara di sini secara empiris tentu diterjemahkan melalui kekuatan yang besar yang diberikan kepada kepala negara. Itulah yang menjelaskan kenapa tahun lalu Hugo Chavez meminta kekuasaan yang lebih besar melalui serangkaian amandemen atas konstitusi. Kekuatan negara yang besar semacam ini, sebagaimana kita ketahui dari pengalaman selama ini, akan berujung kepada hal yang sederhana: korupsi. Petuah lama dalam dunia politik berlaku di sini: power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely!</p>
<p>Contoh yang diperlihatkan oleh Cina dan India sekali lagi memperlihatkan bahwa kedua negara itu sukses sebagai kekuatan ekonomi bukan karena memerankan diri sebagai “trouble maker” dalam pergaulan ekonomi global. Mereka menjadi sahabat yang baik, membuka diri pada pasar global, merebut peluang di sana, seraya tak kehilangan independensi. Dengan kata lain, mereka sukses bukan dengan memusuhi pasar, tetapi justru mengintegrasikan diri di dalamnya. Model Cina dan India patut dipertimbangkan oleh negeri-negeri Islam.</p>
<p>Kepada kaum Islamis yang “sok yakin” dan “ge-er” bahwa Islam akan menjadi kekuatan dunia baru, saya mengatakan: tengoklah India dan Cina itu! Mereka bekerja keras untuk membangun ekonomi, merebut peluang dalam pasar global, bukan mengumbar retorika semata. Jika Islam hendak maju, tiada cara lain kecuali bekerja keras seperti dua negeri tersebut, bukan bekerja keras untuk mendirikan sebuah “khilafah” yang tak jelas juntrungannya itu. Kesampingkan mimpi kalian itu, wahai kaum Islamis! Bangunlah, sebab negeri-negeri lain mencapai kemajuan bukan dengan mimpi semata, tetapi dengan kerja keras.</p>
<p>Tantangan kedua adalah di bidang politik. Dunia Islam cepat atau lambat harus membangun suatu sistem yang demokratis. Sistem otoriter yang sekarang ini ada di hampir semua negeri-negeri Islam menjadi batu sandungan yang amat serius yang merintangi gerak mereka untuk tampil kekuatan yang dipertimbangkan dalam dunia internasional.</p>
<p>Meskipun Cina sukses sebagai kekuatan ekonomi, saya masih menyimpan keragu-raguan, karena negeri itu masih diperintah oleh satu partai, dan karena itu sistem politik mereka masih berwatak otoriter.</p>
<p>Saya sendiri berpandangan bahwa kebebasan ekonomi tak bisa terus-menerus ditegakkan dalam sistem politik yang tak bebas. Kebebasan hanya bisa hidup dalam sebuah sistem politik yang bebas. Oleh karena itu, kapitalisme tidak bisa tidak kecuali hidup dalam sistem demokrasi. Sebab, keduanya mewakili ide dan cita-cita yang sama, yaitu kebebasan. Kapitalisme adalah lambang kebebasan ekonomi, sementara itu demokrasi adalah lambang kebebasan politik. Kedua kebebasan itu seharusnya dilengkapi dengan kebebasan lain di bidang ekpresi budaya. Itulah sebabnya ide tentang multikulturalisme menjadi sangat penting (meskipun ide ini di beberapa negeri Barat mendapat serangan hebat karena menimbulkan sikap-sikap “political correctness” yang cenderung relativis).</p>
<p>Dalam tesis saya, ketiga sistem itu saling sejalan dan “kongruen”. Oleh karena itu, kesuksesan ekonomi di Cina saat ini adalah model yang tak seimbang, karena kebebasan ekonomi tak disertai dengan kebebasan politik. Cepat atau lambat, kebebasan ekonomi yang sekarang diterapkan di tanah Cina akan membawa dampak yang tak terhindarkan, yaitu tuntutan untuk membuka kebebasan di sektor politik. Jika seseorang sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya, sudah tentu daftar kebutuhan dia akan bertambah lagi, termasuk kebutuhan untuk memiliki kebebasan di sektor politik.</p>
<p>Seorang teman saya dari Malaysia beberapa tahun lalu bilang bahwa justru karena masyarakat sudah kenyang perutnya, mereka tidak peduli pada hal-hal yang lain; mereka justru menjadi apatis dan apolitis. Perkembangan politik di Malaysia sekarang, saya kira, menolak apa yang ia katakan itu. Setelah Malaysia secara relatif berhasil mencapai kemakmuran, masyarakat di sana mulai menuntut sistem politik yang lebih longgar.</p>
<p>Saya menunggu fase baru di Cina, yaitu geliat demokrasi yang tak bisa dihindarkan justru karena mereka sukses secara ekonomi. Sambil menunggu fase itu, negeri-negeri Islam tetaplah layak menengok Cina sebagai suatu model yang sukses di bidang ekonomi. Tentu bukan model yang ditiru mentah-mentah, tetapi model yang bisa menjadi bahan perbandingan.</p>
<p>Yang jelas, tantangan terbesar umat Islam saat ini adalah kemiskinan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi menjadi masalah utama yang harus mereka pecahkan. Meminjam istilah yang populer di Amerika, “It’s economy, stupid!”</p>
keyword pada posting ini adalah:&nbsp;<i>romadlon,&nbsp;</i><h4  class="related_post_title">Posting yang berhubungan</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://jauhdimata.com/edisi-romadlon" title="Edisi Romadlon | Batasan Hukum dalam Bisnis MLM">Edisi Romadlon | Batasan Hukum dalam Bisnis MLM</a><br /><small>Batasan Hukum dalam Bisnis MLM
Multi Level Marketing (MLM) adalah model pemasaran yang menggunakan mata rantai down line, dimana pihak produsen dapat mengurangi biaya marketing sehingga sebagian biay...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/edisi-romadlon-3" title="Edisi Romadlon 3">Edisi Romadlon 3</a><br /><small>PUASA dan TAQWA 
Puasa diwajibkan atas kita orang-orang yang beriman. Kita yang telah berikrar lahir-batin bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.
Sebagai hamba Allah SWT...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/selamat-tinggal-ramadhan" title="Selamat Tinggal Ramadhan">Selamat Tinggal Ramadhan</a><br /><small>Bukan Posting biasa, ini hanya posting lirik lagu Iwan Fals yang berjudul Selamat Tinggal Ramadhan, ada satu baris yang bikin hati tersentuh : "mengapa pergi? kami masih rindu". Siapa yang tidak rindu...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/melihat-penderitaan-sebagai-latihan-bersyukur" title="Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur">Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur</a><br /><small>Kali ini saya ingin berbagi sebuah cara latihan yang saya harap anda coba sekali-kali. Ini berdasar pengalaman saya beberapa saat lalu ketika menjenguk seorang teman yang baru mengalami kecelakaan. Ka...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/doa-untuk-bangsa" title="Doa untuk Bangsa">Doa untuk Bangsa</a><br /><small>Doa ini dibaca saat acara Doa Untuk Bangsa yang diadakan oleh Kampung Manusia, di Kalijogo Pojok, beran Ngawi. Tanggal 23 Oktober 2010.



BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM

Ya  Allah lapangkanlah dada...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jauhdimata.com/edisi-romadlon-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Edisi Romadlon &#124; Batasan Hukum dalam Bisnis MLM</title>
		<link>http://jauhdimata.com/edisi-romadlon</link>
		<comments>http://jauhdimata.com/edisi-romadlon#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 10:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abid</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[romadlon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jauhdimata.com/edisi-romadlon</guid>
		<description><![CDATA[Batasan Hukum dalam Bisnis MLM Multi Level Marketing (MLM) adalah model pemasaran yang menggunakan mata rantai down line, dimana pihak produsen dapat mengurangi biaya marketing sehingga sebagian biaya marketing dipakai untuk bonus bagi orang yang memperoleh jaringan yang besar. Memang banyak alasan orang yang bergabung dalam bisnis MLM ini, di antaranya karena iming-iming bonus tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt; color: #008080;">Batasan Hukum dalam Bisnis MLM</span></p>
<p style="text-align: justify;">Multi Level Marketing (MLM) adalah model pemasaran yang menggunakan mata rantai <em>down line</em>, dimana pihak produsen dapat mengurangi biaya marketing sehingga sebagian biaya marketing dipakai untuk bonus bagi orang yang memperoleh jaringan yang besar. Memang banyak alasan orang yang bergabung dalam bisnis MLM ini, di antaranya karena iming-iming bonus tetapi ada juga yang memang karena motivasi ingin memiliki produknya.</p>
<p><span id="more-150"> </span><em>Bagaimana menurut hukum Islam tentang bisnis MLM ini?</em></p>
<p>Multi Level Marketing (MLM) adalah menjual/memasarkan langsung suatu produk baik berupa barang atau jasa kepada konsumen. Sehingga biaya distribusi barang sangat minim atau sampai ketitik nol. MLM juga menghilangkan biaya promosi karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor dengan sistem berjenjang (pelevelan).</p>
<p><span id="more-363"></span>Dalam MLM ada unsur jasa, artinya seorang distributor menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan upah dari prosentasi harga barang dan jika dapat menjual sesuai target dia mendapat bonus yang ditetapkan perusahaan.</p>
<p>MLM banyak sekali macamnya dan setiap perusahaan memiliki spesifikasi tersendiri. Sampai sekarang sudah ada sekitar 200 perusahaan yang mengatasnamakan dirinya menggunakan sistem MLM.</p>
<p>Kami akan memberi jawaban yang bersifat batasan-batasan umum sebagai panduan bagi umat Islam yang akan terlibat dalam bidang MLM.</p>
<p>Memang pada dasarnya segala bentuk mu’amalah atau transaksi hukumnya boleh (mubah) sehingga ada argumentasi yang mengharamkannya.</p>
<p>Allah SWT berfirman</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">????????? ?????? ????????? ????????? ???????</span>?</div>
<p style="text-align: justify;"><em>Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba</em>. (QS Al Baqarah: 275)</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">?????????????? ????? ??????? ???????????? ????? ???????????? ????? ???????? ??????????????</span></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan</em>. (QS Al Maidah: 2)</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">??????? ????????? ???? ???????</span></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha</em>. (HR al-Baihaqi dan Ibnu Majah)</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">?????????????? ???? ???????????? </span></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Umat Islam terikat dengan persyaratan mereka. </em>(HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim)</p>
<p>Berdasarkan penjelasan tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut:</p>
<p>1.Pada dasarnya sistem MLM adalah muamalah atau <em>buyu’ </em>yang prinsip dasarnya boleh (mubah) selagi tidak ada unsur: – <em>Riba’</em> – <em>Ghoror</em> (penipuan) – <em>Dhoror</em> (merugikan atau mendhalimi fihak lain) – <em>Jahalah </em>(tidak transparan).</p>
<p>2.Ciri khas sistem MLM terdapat pada jaringannya, sehingga perlu diperhatikan segala sesuatu menyangkut jaringan tersebut: – Transparansi penentuan biaya untuk menjadi anggota dan alokasinya dapat dipertanggungjawabkan. Penetapan biaya pendaftaran anggota yang tinggi tanpa memperoleh kompensasi yang diperoleh anggota baru sesuai atau yang mendekati biaya tersebut adalah celah dimana perusahaan MLM mengambil sesuatu tanpa hak dam hukumnya haram.</p>
<p>- Transparansi peningkatan anggota pada setiap jenjang (level) dan kesempatan untuk berhasil pada setiap orang. Peningkatan posisi bagi setiap orang dalam profesi memang terdapat disetiap usaha. Sehingga peningkatan level dalam sistem MLM adalah suatu hal yang dibolehkan selagi dilakukan secara transparan, tidak menzhalimi fihak yang ada di bawah, setingkat maupun di atas.</p>
<p>- Hak dan kesempatan yang diperoleh sesuai dengan prestasi kerja anggota. Seorang anggota atau distributor biasanya mendapatkan untung dari penjualan yang dilakukan dirinya dan dilakukan <em>down line</em>-nya. Perolehan untung dari penjualan langsung yang dilakukan dirinya adalah sesuatu yang biasa dalam jual beli, adapun perolehan prosentase keuntungan diperolehnya disebabkan usaha down line-nya adalah sesuatu yang dibolehkan sesuai perjanjian yang disepakati bersama dan tidak terjadi kedholiman.</p>
<p>3. MLM adalah sarana untuk menjual produk (barang atau jasa), bukan sarana untuk mendapatkan uang tanpa ada produk atau produk hanya kamuflase. Sehingga yang terjadi adalah <em>money game </em>atau arisan berantai yang sama dengan judi dan hukumnya haram.</p>
<p>4. Produk yang ditawarkan jelas kehalalannya, karena anggota bukan hanya konsumen barang tersebut tetapi juga memasarkan kepada yang lainnya. Sehingga dia harus tahu status barang tersebut dan bertanggung-jawab kepada konsumen lainnya.</p>
<p>Demikan batasan-batasan ini barangkali dapat bermanfaat, khususnya dan bagi kaum muslimin Indonesia agar dapat menjadi salah satu jalan keluar dari krisis ekonomi. <em>Wallahua’lam bishshawab</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">dari nu</p>
keyword pada posting ini adalah:&nbsp;<i>hukum dalam bisnis,&nbsp;</i><h4  class="related_post_title">Posting yang berhubungan</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://jauhdimata.com/edisi-romadlon-2" title="Edisi Romadlon | Melihat Dunia (Islam) Setelah Olimpiade Beijing">Edisi Romadlon | Melihat Dunia (Islam) Setelah Olimpiade Beijing</a><br /><small>Kepada kaum Islamis yang “sok yakin” dan “ge-er” bahwa Islam akan menjadi kekuatan dunia baru, saya mengatakan: tengoklah India dan Cina itu! Mereka bekerja keras untuk membangun ekonomi, merebut pelu...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/edisi-romadlon-3" title="Edisi Romadlon 3">Edisi Romadlon 3</a><br /><small>PUASA dan TAQWA 
Puasa diwajibkan atas kita orang-orang yang beriman. Kita yang telah berikrar lahir-batin bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.
Sebagai hamba Allah SWT...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/selamat-tinggal-ramadhan" title="Selamat Tinggal Ramadhan">Selamat Tinggal Ramadhan</a><br /><small>Bukan Posting biasa, ini hanya posting lirik lagu Iwan Fals yang berjudul Selamat Tinggal Ramadhan, ada satu baris yang bikin hati tersentuh : "mengapa pergi? kami masih rindu". Siapa yang tidak rindu...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/melihat-penderitaan-sebagai-latihan-bersyukur" title="Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur">Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur</a><br /><small>Kali ini saya ingin berbagi sebuah cara latihan yang saya harap anda coba sekali-kali. Ini berdasar pengalaman saya beberapa saat lalu ketika menjenguk seorang teman yang baru mengalami kecelakaan. Ka...</small></li><li><a href="http://jauhdimata.com/doa-untuk-bangsa" title="Doa untuk Bangsa">Doa untuk Bangsa</a><br /><small>Doa ini dibaca saat acara Doa Untuk Bangsa yang diadakan oleh Kampung Manusia, di Kalijogo Pojok, beran Ngawi. Tanggal 23 Oktober 2010.



BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM

Ya  Allah lapangkanlah dada...</small></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jauhdimata.com/edisi-romadlon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

